Di ujung sana, Dhana menenangkannya dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.Setelah mengingatkan Dhana, Suryadi menutup telepon....Di vila milik Yuna, Distrik Timur Kota Siraya.Sudah satu jam berlalu.Dhana menuruni tangga menuju ruang tamu di lantai pertama, meregangkan badan, dan mendongak menatap lampu gantung kristal di atas."Astaga, punggungku hampir patah."Dhana berjalan ke sofa, bersandar, dan bermain ponsel.Sepuluh menit kemudian, Yuna turun tangga, berpakaian rapi, melenggokkan pinggangnya.Dia menghampiri Dhana dan duduk di sebelahnya.Dia lalu melingkarkan tangannya yang lembut di lengan Dhana, menempelkan kepala di bahunya seperti kucing kecil yang lembut."Kamu semakin membuatku jatuh cinta."Dhana meletakkan ponselnya, mengelus rambut Yuna yang lembut dan harum, lalu mengusap dagunya dan mencium keningnya."Syukurlah kamu senang. Kukira kamu kurang puas denganku dan meninggalkanku sendirian di ruang tamu."Dhana tertawa nakal."Kurang puas?" Yuna mengangg
อ่านเพิ่มเติม