Pagi itu, sinar matahari masuk ke kamar Manor dengan sangat lembut, seolah ikut merasakan kedamaian yang sedang dibangun Vera. Kaelan masih tertidur, namun napasnya sudah jauh lebih tenang dibanding semalam. Vera, yang sudah bangun lebih awal, tidak beranjak. Ia justru berbaring miring, menopang kepalanya dengan tangan sambil memandangi wajah tidur suaminya.Vera tersenyum jahil. Ia mendekatkan wajahnya, lalu dengan ujung jarinya, ia mulai memutar-mutar ujung rambut Kaelan yang jatuh di dahi. Tak puas di sana, ia mengelitik pelan cuping telinga Kaelan dengan bulu matanya sendiri."Hhh..." Kaelan melenguh rendah, matanya mulai terbuka perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah cantik Vera yang sedang menatapnya dengan binar nakal."Selamat pagi, Nelayanku," bisik Vera manis, lalu tiba-tiba Cup! Ia mengecup hidung Kaelan dengan cepat.Kaelan tertegun, masih setengah nyawa. "Vera? Kau... kau kenapa? Masih mengidam?"Vera malah tertawa kecil, ia merangkak masuk kembali ke dalam pelu
Last Updated : 2026-01-21 Read more