Lampu kristal di ruang tengah Manor Sterling berpijar terang, namun suasana di dalamnya terasa begitu berat. Saat pintu besar terbuka, Kaelan terlihat sedang duduk tenang di sofa beludru, menyesap kopinya perlahan. Secara fisik ia tampak santai, namun Vera bisa melihat bagaimana jari-jari suaminya itu mengetuk pinggiran cangkir dengan ritme yang tidak sabar.Begitu melihat sosok ayahnya, mata Alora yang selalu bersinar langsung berbinar cerah. “Papa…!” teriak Alora riang, suaranya yang melengking memecah keheningan.Kaelan segera meletakkan cangkirnya. Senyum tipis yang tulus merekah di wajahnya saat Alora menghambur ke arahnya. Ia mengangkat tubuh mungil itu, mencium pipinya dengan gemas, seolah memastikan bahwa hartanya yang paling berharga itu benar-benar kembali tanpa lecet sedikit pun.“Alora masuk kamar sekarang, mandi, setelah itu makan ya,” ucap Kaelan lembut, jemarinya merapikan rambut cokelat Alora yang sedikit berantakan.“Hm, iya Pa. Tapi Alora mau cerita
Huling Na-update : 2026-02-10 Magbasa pa