Debu putih tipis menempel di ujung sepatu hak tinggi Vera, namun ia tidak peduli. Matanya menatap tajam ke arah dinding utama lobi yang sedang dihancurkan. Di tangannya, sebuah cetak biru perusahaan interiornya—V-Alliance Studios—terbentang lebar."Aku ingin pencahayaan dari arah sini menggunakan sistem sensor," tunjuk Vera pada mandornya. "Dan semua furnitur yang dikirim Kaelan kemarin, simpan saja di gudang. Aku akan merancang furniturku sendiri.""Tapi Nona, itu furnitur impor kualitas terbaik dari Italia yang dipesan Tuan Sterling..." mandor itu ragu, khawatir menyinggung pihak Sterling Group."Dan aku adalah pemilik gedung ini," potong Vera dingin, matanya berkilat penuh otoritas. Ia melipat cetak biru itu dengan gerakan tegas. "Lakukan apa yang kukatakan."Dari lantai mezanin di atas, Kaelan berdiri bersedekap, memerhatikan istrinya dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Ia suka melihat Vera yang seperti ini—berkuasa, tajam, dan penuh ambisi. Baginya, melihat Vera menghias ge
Dernière mise à jour : 2025-12-31 Read More