Nenek Langga melangkah masuk ke ruang tengah. Matanya langsung tertuju kepada Febi, Dalung, dan Miko yang sedang duduk di sofa. Ia tahu kalau cucunya sudah tiba di Jakarta, jelas saja tau dari anak buah suaminya. "Eh, ternyata ada tamu," ucapnya ramah. Langga segera memperkenalkan mereka. "Nek, ini Febi. Lalu yang duduk di sebelahnya itu adiknya, Miko. Dan yang sedang minum kopi itu Dalung." Dalung langsung berdiri. "Selamat sore, Nek." Miko ikut berdiri. "Selamat sore, Nek." Febi pun bangkit dengan hati-hati. "Selamat sore, Nek." Nenek Langga tersenyum lebar. "Selamat sore, semuanya. Maaf, Nenek datang tiba-tiba." "Nggak apa-apa, Nek," jawab Dalung sopan. Nenek kemudian menghampiri Febi dan menggenggam tangannya. "Kamu pasti Febi, ya?" Febi mengangguk. "Iya, Nek." "Ya ampun, cantik sekali. Nenek sering mendengar namamu dari Langga." Febi tersenyum canggung. Sementara Langga hanya bisa menggaruk tengkuknya. "Nenek..." "Apa? Memangnya Nenek salah bicara?" Dalung la
Last Updated : 2026-11-01 Read more