“Na, gue sekelompok sama lo ya. Kelompok lo belum penuh, kan?”Leena sempat tersentak kecil. Refleks, kepalanya menoleh. Ia mengangguk sebelum sempat berpikir panjang."Iya... belum," jawabnya.“Gue juga ya, Na,” timpal satu mahasiswa lain yang juga ikut mendekat.“H-hah? Oh… iya. Boleh kok,” sahut Leena. Ia sedikit gugup tapi berusaha terdengar santai.Perlahan, suasana kampus kembali seperti biasa. Bisik-bisik yang sempat mengarah pada Leena, kini mulai mereda. Beberapa orang yang sempat menjaga jarak, kini kembali menyapa Leena seperti biasa.Leena berpikir ulang. Semua itu juga tidak lepas dari peran Zayn.Hukuman-hukuman kecil yang kerap Leena terima memang terlihat seolah murni disiplin. Tapi Leena tahu, di balik itu, Zayn sengaja menempatkan dirinya di tempat itu.Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk memberinya ruang, menunjukkan kemampuan akademik yang sebenarnya. Sampai hasilnya mulai terlihat. Orang-orang mulai melihat Leena bukan memang serakah, tapi sebagai role model yang
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-03 อ่านเพิ่มเติม