“Pak Zayn. Mana ponselnya?” Leena masih saja bersikeras untuk dipinjami ponsel Zayn. Seakan menimbang permintaan Leena, Zayn menatapnya sesaat. Batinnya menebak-nebak, apa yang akan dilakukan gadis itu dengan ponselnya. ‘Anak ini. Mau ngapain pake ponsel saya?’ batin Zayn. Dengan gerakan singkat, akhirnya Zayn menarik keluar ponsel dari saku celananya dan kasih ke Leena. Sembari tersenyum kecil, Leena menyambar ponsel itu, lalu dengan sopan ia arahkan layar ponsel itu ke wajah Zayn agar kuncinya terbuka. “Maaf ya, Pak,” ucap Leena kecil. Zayn hanya melirik dari samping. “Hmm.” Alis Zayn terangkat tipis, memperhatikan Leena diam-diam, memastikan gadis itu membuka apa di ponselnya. Jemari Leena bergerak lincah. Ia membuka daftar kontak, mengetikkan nomor ponselnya sendiri dengan cepat, lalu melakukan panggilan singkat. Begitu ponselnya berdering, Leena menyerahkan kembali ponsel itu pada Zayn. Sambil sedikit mendekatkan diri ke Zayn, Leena berbisik, “Nomor saya di-save ya, Pa
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-11 อ่านเพิ่มเติม