“Bi, tolong bilang sama mereka, jangan ke sini sekarang. Nggak ada gunanya.” Savita mulai memohon lagi. Jika keluarganya datang sekarang, Mahendra hanya akan memainkan peran pria yang tidak bersalah sama sekali. Malah pria itu akan menyalahkan Savita sepenuhnya. Bi Uti mengangguk paham. “Saya usahain kabarin Bu Ami dan Pak Bagus, Nya. Tenang aja, Nya.” “Bilang sama mereka kalau Mahendra itu manipulatif, Bi. Sia-sia nanti yang ada.” “Iya, Nya. Saya sampaikan nanti.” Savita tersenyum. Lalu dia teringat dengan mabuknya Mahendra. “Bi, Mahendra tidur di mana?” “Tuan tidur di sofa ruang tengah, Nya.” Bi Uti menjawab. “tadi saya panggil-panggil nggak jawab. Tuan tidurnya kayak orang pingsan makanya saya bisa ke sini.” “Dia mabok, Bi.” Savita membalas.
Última atualização : 2026-01-25 Ler mais