“Minggir! Saya suaminya! Saya punya hak melihat istri saya!” Suara arogan Mahendra terdengar menggema di lobi utama RS Kasih Medika malam harinya. Dia berdiri di depan meja resepsionis, diapit oleh dua petugas polisi berseragam. Wajahnya dipasangi ekspresi panik. “Maaf, Pak,” jawab resepsionis itu gugup, mematuhi instruksi darurat. “Nggak ada pasien atas nama Savita Arrazka yang terdaftar di sini.” “Bohong!” bentak Mahendra. “Saya tahu dia di sini! Jangan coba-coba tutupi perselingkuhan mereka!” Budi. Polisi yang sama yang menerima laporan Mahendra, mencoba menengahi. “Tenang, Pak Mahendra. Bu, bisa tolong dicek lagi? Kami sedang menjalankan tugas cari orang hilang.” “Kami nggak bisa kasih informasi pasien tanpa persetujuan wali, Pak,” jawab resepsionis itu sedikit lebih beran
最終更新日 : 2026-02-10 続きを読む