Tepat saat pikiran itu melintas, matanya menangkap sesuatu. Di seberang jalan, di bawah cahaya lampu jalan yang redup tergeletak sesuatu di atas trotoar. Sesuatu yang terlihat seperti tumpukan pakaian basah yang menyatu dengan aspal. Awalnya, Dimas mengira itu hanya tumpukan sampah. Tapi kemudian, naluri dokternya melihat sesuatu yang salah. Bentuknya terlalu manusiawi. Tanpa pikir panjang, dia menginjak pedal rem mendadak. Ban mobilnya berdecit keras di aspal. Dia membanting setir, memutar mobilnya, dan menyalakan lampu sorot utama. Cahaya terang itu langsung menyorot gumpalan di trotoar. Dan saat itulah, jantung Dimas seakan berhenti berdetak. Itu adalah sesosok tubuh manusia yang terbaring menelungkup, basah kuyup, dan tidak bergerak. Dia melompat keluar dari mobil. Naluri dokternya mengambil alih. Dia berlari menyeberangi jalan yang s
Última atualização : 2026-01-30 Ler mais