Untung saja, pintu itu segera terbuka. Tara melangkah masuk dengan tangan mengait di lipatan lengan Fergus. "Kau yakin dengan ini, Gadis Kecilku?" bisik Fergus dengan logat Skotlandianya yang kental. Pria besar itu mengenakan setelan hitam, kemeja, dan dasi. "Karena begitu kita melangkah masuk, tidak ada jalan mundur." “Aku tidak bisa mundur, Paman Fergus,” balas Tara, tak mampu menahan tawa canggunya. “Greg akan tetap menyeretku ke altar.” “Oh, tentu saja, Sayangku. Itulah yang dia lakukan pada kami sekeluarga.” Fergus menghela napas, lalu menyetujui. “Tapi, aku percaya padanya.” Greg bergeming. Sesuatu di wajahnya berubah dengan cara yang hampir tidak tampak. Ketegangan yang selalu dia bawa di bahu dan rahang, ketegangan yang bahkan dia sendiri mungkin tidak menyadarinya, perlahan melunak. Fergus menyerahkan tangan Tara ke tangan Greg dengan genggaman yang lebih kuat dari yang seharusnya. Satu pesan singkat dari paman kepada calon suami yang tidak perlu diucapkan dengan kata-ka
Last Updated : 2026-04-07 Read more