Sekilas, Tara sempat berpikir untuk menjauh. Mungkin, Greg sedang butuh waktu untuk menyendiri. Belum sempat dia beranjak, tangan Greg terurai, mengambil benda-benda di tangannya, lalu meletakkan ke atas meja granit. Dengan tiba-tiba, pria itu menarik pinggang Tara, meniadakan jarak di antara mereka. Memberi jawaban pada Tara akan apa yang telah dilakukannya. Mata kelabu Greg menatap istrinya itu lekat-lekat. Seakan hendak menelanjangi niat, keberanian, dan penyerahan diri yang ditunjukkan. Tara terkesiap. Pupilnya melebar penuh antisipasi. Jantungnya yang berdetak liar di balik sutra merah hati berdebar di rusuk Greg. "Kau tidak benar-benar menginginkan ini, Sayang," ucap Greg dengan nada yang mengancam. Menguji keberanian Tara, atau justru menantangnya. Tatapannya menghujam dengan intensitas yang membuat Tara meleleh. Tara menggeleng pelan. Namun, bibirnya berkata, “Aku menginginkan ini, Sir. Kau menginginkannya. Lakukan apa yang kau mau. Lakukan. Aku milikmu.” Sebutan “Sir” d
Terakhir Diperbarui : 2026-04-07 Baca selengkapnya