Hari menjelang pukul dua siang. Di ruangannya, Tara menyisir rambutnya, menariknya ke atas, dan mengikatnya tinggi-tinggi hingga mengekspos garis lehernya yang jenjang. Bukan sekadar merapikan diri. Melainkan sebuah tindakan yang dia harap bisa memberikan rasa kendali. Dalam hitungan menit, dia harus sudah ada di ruangan kepala perpustakaan. Wanita itu menyambar buku catatan dan pulpennya, lalu bangkit dari duduknya dan beranjak ke pintu. Menuju lorong-lorong rak tinggi yang menyerupai labirin kayu ek tua. Bau debu dari buku-buku tua biasanya mampu meredakan badai di dalam dirinya. Namun hari ini, aroma itu gagal. Setiap inci tubuhnya, yang dibungkus mini dress beludru merah hati yang menantang, dan blazer longgar putih tulang, yang menyamarkannya, masih terasa panas. Memori akan sentuhan Greg kembali merayap di kulitnya. Saat melewati rak psikologi, tangannya terulur, menyisir punggung buku yang berbaris di sana. Tara kerap mencuri waktu di sini, mencari perlindungan dalam teori-
Last Updated : 2026-01-29 Read more