Tepat satu hari sebelum keberangkatan Panembahan Senopati dan seluruh pasukannya ke Madiun, Raden Rangga secara tiba-tiba mendatangi Panembahan di Kedhaton saat malam hari. Meski dengan terheran-heran, Panembahan pun tetap mengizinkan sang putra untuk menemuinya di ruangan pribadinya.Raden Rangga segera berjongkok dan mulai melakukan lampah dodok. Ia menghatur sembah hormatnya, setibanya di hadapan Panembahan. "Punten dalem sewu, Rama. Hamba datang secara tiba-tiba, dan mengganggu waktu bersantai Rama." "Tidak mengapa, Ngger. Langsung saja katakan tujuanmu menemuiku," kata Panembahan dengan hangat. "Hamba datang kesini sebagai seorang putra, Rama. Dan hamba, ingin meminta restu langsung dari Rama." Mendengar itu, Panembahan mengerutkan keningnya heran. "Restu? Restu nopo, Ngger?" "Hamba... ingin menikahi Raden Rara Nawang, Rama." Bagaikan petir yang menyambar, begitulah perasaan Panembahan sekarang. Ekspresi hangatnya ketika menyambut kedatangan sang putra, seketika meluntur d
Terakhir Diperbarui : 2026-07-05 Baca selengkapnya