"Bagaimana kabarmu, Sekar?" Tanya Nyai Semangkin berbasa-basi. Melihat ekspresi Sekar yang kaku, Nyai Semangkin tahu bahwa gadis itu telah mendapat peringatan tajam dari sang ratu. "Hamba baik-baik saja, Gusti Nyai." "Aku tahu keresahanmu, Sekar. Tetaplah menjadi gadis yang tegar. Jika Ramamu memang tidak bersalah, kalian semua pasti akan baik-baik saja," nasihat sang nyai. "Nggih, Gusti Nyai. Hamba akan selalu mengingatnya." Nyai Semangkin tersenyum simpul. Ia menyentuh pundak Sekar sebelum melangkah melewatinya. Namun, saat Nyai Semangkin belum begitu jauh darinya, Sekar bisa mendengar Nyai Semangkin berbicara kepada abdi dalem senior.. "Putraku akan menemuiku. Tolong persiapkan sesuatu yang baik untuknya." "Sendika, Gusti Nyai," jawab salah seorang abdi dalem tersebut. Disitu, Sekar tampak berpikir. "Raden Rangga akan menemui Nyai Semangkin di Keputren ini? Ada apa? Tidak biasanya," gumamnya. ⏳️⏳️⏳️ Setelah mendapat restu dari Panembahan, Raden Rangga pun segera mela
Last Updated : 2026-06-20 Read more