. "Aku ingin sekali bertemu dengannya," "Insyaallah. Kalau nanti Bapak sudah pulang," Nawang menyela, "kau bilang, kalian bertetangga? Lalu, dimana rumahmu, Kenanga? Aku ingin kesana," "Sebenarnya, dulu kami tinggal di desa seberang, Gusti. Bukan di desa ini. Rumahku pun sudah kosong karena tidak akan dihuni lagi. Saat aku akan diboyong ke Kadipaten untuk menjadi dayang, kami pindah ke desa ini entah karena alasan apa. Lalu Mas Sastro pun juga ikut pindah," terang Kenanga. Nawang mengangguk-angguk. Arya ikut mendengarkan cerita itu dengan seksama. "Maaf, Gusti Rara dan Tuan Arya. Dirumahku tidak punya makanan apapun untuk dihidangkan," sesal Mas Sastro. "Tidak, Mas. Ini saja sudah cukup. Tidak perlu sungkan begitu," jawab Arya tak enak hati. "Akupun dulunya rakyat biasa sepertimu. Sampai akhirnya aku bertemu Raden Wiraguna dan dijadikan prajurit tambahan saat itu," Arya menjelaskan kisahnya. Perkataan ini membuat yang lain termasuk Nawang, tampak tertarik untuk me
Last Updated : 2026-05-31 Read more