Sekar terduduk lemah di bawah ranjang tempat tidurnya. Laras, dayang yang selalu mengurusnya itu sudah berusaha menghiburnya. Namun, Sekar malah mengusirnya dengan alasan ingin sendirian. Sejak pertemuannya dengan Wiraguna, ia tidak bisa tidur nyenyak, makan tidak pernah habis, dan selalu dihantui perasaan bersalah. Ia juga takut akan nasib Ramanya nanti apabila ketahuan menyembunyikan kejahatan Wilakrama dan juga... putrinya sendiri. Perkataan Wiraguna terus terngiang-ngiang di pikirannya. Akankah itu benar-benar menjadi pertemuan terakhir mereka? Ah, tidak bisa. Sekar Wangi belum bisa menerimanya. Sekar beranjak, berjalan ke keluar kamarnya, kemudian duduk di teras. Memandang ke langit malam yang berkelip-kelip karena bintang. Ia ingat, sudah lama sekali ia tidak menari. Ia rindu melakukannya. Maka demi menghibur rasa lara, ia mengambil sebuah selendang di kamar. Kemudian mengalungkannya di leher. Sekar mulai melakukan gerakan tari di halaman. Hanya seorang diri dan tanpa iringa
Last Updated : 2026-05-23 Read more