Aku merasa sedikit lega saat mobil itu semakin menjauh dari Orson dan yang lainnya. Aku mengusap air mata yang bahkan tidak kusadari masih terus mengalir di pipiku."Kenapa menangis? Patah hati?"Aku masih terisak ketika mendengar pertanyaan Dante dari sampingku. Dia menatapku dengan wajah serius."Nggak apa-apa. Bukan urusanmu," jawabku. Aku melihat sudut bibirnya sedikit terangkat saat mata kami bertemu."Ckck. Aku hanya butuh tes DNA, tapi sejujurnya aku sudah yakin kamu adalah orang yang selama ini kucari," katanya.Aku langsung mengalihkan pandangan. Aku sama sekali tidak mengerti maksud ucapannya. Selain itu, sepertinya rumor bahwa dia pria yang kasar tidak benar. Justru dia terlihat cukup enak diajak bicara."Kamu bisa menurunkanku di pinggir jalan," kataku pelan.Dia tidak menjawab. Aku pun menatapnya dengan dahi berkerut. Dia tampak sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. Alisnya bertaut saat menatap lurus ke depan."Dante, aku mau turun," kataku lagi, berharap dia mau memp
Baca selengkapnya