Share

Bab 33

Author: Norwinda
last update publish date: 2025-12-15 21:06:07
“Saya usahakan untuk pulang lebih cepat.”

Anya mengulum bibirnya mendengar jawaban tersebut.”Baik, Pak.”

“Jaga kandunganmu dengan baik.”

Panggilan itu berakhir dengan perasaan Anya yang terasa menghangat. Mungkin ini karna efek ia tengah mengandung anak laki-laki itu hingga bahagia seperti ini.

“Saya sangat berharap kamu tidak mengadukan hal ini pada Tuan Rayden.”

Raut wajah Anya berubah ketika mendengar kata-kata peringatan dari Janu. Namun, ia tidak membalas apapun.

“Sekarang kembalilah tidur,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Norwinda
Hm... kasihan Anya...
goodnovel comment avatar
Dinar kasih 1205
dan lagi2 jadi pahlawan kesiangan yah rayden ......... terlambat ...... anya dah hancur baru muncul , kamu sama saja membawa anya ke kandang ular emakmu jelmaan ular berwujud manusia
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 82

    Anya melangkah menyusuri jalanan yang lengang sambil berusaha menahan isak tangisnya. Bayi Ravyan dipeluk erat di dadanya. Tangisan sang buah hati tak kunjung reda, seakan merasakan kepedihan yang sedang menghimpitnya.Ia terus berjalan tanpa tujuan. Tempat ini begitu asing baginya. Ia bahkan tidak tahu sedang berada di mana. Namun, ia sadar, menangis sekeras apa pun tidak akan mengubah keadaan.Langit mulai menggelap, sementara udara sore kian menusuk kulit. Anya refleks mengeratkan pelukannya, berusaha menghangatkan tubuh mungil Ravyan. Hatinya semakin diliputi kepanikan saat teringat seluruh pakaian dan perlengkapan bayinya masih tertinggal di dalam mobil yang telah membawanya pergi.Kalaupun ada, setidaknya bisa menghangatkan tubuh putranya. Ia tak masalah dirinya kedinginan.Langkah Anya akhirnya terhenti di sebuah bangunan sederhana yang menyerupai pendopo di tepi jalan. Tempat itu tampaknya memang disediakan sebagai area singgah bagi para pengendara yang ingin beristirahat.Den

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 81

    Pada akhirnya, Anya memilih ikut bersama Arum. Di dalam mobil Alphard itu juga sudah ada beberapa anggota keluarga lain yang tampaknya datang terlambat, sehingga mereka bergabung dalam rombongan Arum.Anya menunduk menatap bayinya yang terlelap pulas di dalam gendongannya. Syukurlah, si kecil tetap tenang sepanjang perjalanan. Ia tidak menangis ataupun rewel, membuat Anya bisa sedikit bernapas lega di tengah suasana yang terasa canggung.Perlahan matanya melirik semua orang yang diam membisu. Mereka seakan sudah kelelahan hingga tidak bicara apapun.Matanya beralih melihat perempuan yang menyetir dengan Arum yang duduk di samping. Perempuan itu terlihat tertutup dengan jaket dan masker yang menutupi hampir seluruh wajahnya.Perjalanan telah berlangsung lebih dari satu jam lebih. Setelah melewati jalan tol menuju Bandung, mobil akhirnya keluar dan melanjutkan perjalanan di jalan raya seperti biasa.Namun, tak lama kemudian suasana mulai berubah. Mobil memasuki kawasan yang diapit hutan

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 80

    Tanpa meminta persetujuan Arum, bahkan tanpa menghiraukan tatapan marah dan ketidaksukaannya, sang mertua justru mengajak Anya bergabung bersama keluarga besar mereka.Bukankah seharusnya mereka mengusir perempuan itu? Membiarkannya datang ke acara keluarga saja sudah keterlaluan, apalagi dengan begitu percaya diri membawa bayi itu, seakan sengaja ingin menarik perhatian dan simpati semua orang yang hadir.Rahang Arum mengeras. Ia tak sanggup lagi menyaksikan pemandangan itu. Dengan wajah yang dipenuhi amarah, ia bangkit dari duduknya, lalu melangkah menjauh sambil mengutak-atik layar ponselnya untuk menghubungi seseorang.“Kamu datang ke sini segera. Rayden membawa perempuan itu ke mansion.”“What? Beneran Tante?” ucap orang diseberang sana.“Makanya kamu datang ke sini.”“Baiklah. Tunggu saja, sebentar lagi aku akan sampai yang ke sana.”Arum menyimpan kembali ponselnya setelah panggilan telpon selesai. Ia kembali ke perkumpulan di mana orang-orang masih mengerumuni Anya, untuk meli

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 79

    Raut canggung begitu kentara diwajah Anya. Ia tampak tegang dan merasa tak nyaman saat Rayden masih di sini, setelah apa yang terjadi. Laki-laki itu duduk berseberangan dengan dirinya dan begitu memperhatikan dirinya. Bahkan ia tidak bisa menikmati makanannya. “Mas Rayden… kenapa melihatku seperti itu. Mau makan?” tawar Anya yang sebenarnya hanya sekadar basa basi. “Aku tidak lapar. Hanya saja, aku ingin pernikahan kita bisa dipercepat dan—” “Mas…” Anya buru-buru memotong ucapannya. “Sebaiknya jangan bahas itu dulu.” Rayden mengernyit. “Kenapa, Anya? Apa kamu tidak menginginkannya?” Anya menggeleng pelan.“Bukan begitu, Mas. Aku juga menginginkannya. Hanya saja, untuk saat ini lebih baik kita fokus pada anak kita dulu.” Rayden menghembuskan napas panjang. “Justru karna itu aku ingin pernikahan kita dipercepat. Aku tidak mau terus menjaga jarak seperti ini. Kita belum benar-benar sah, dan kamu selalu membatasi setiap kali aku ingin lebih dekat.” Anya terdiam. Bibirnya ber

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 78

    Cahaya dari lorong langsung menerpa wajah Kevin saat pintu kamarnya dibuka oleh sang ibu. Namun, laki-laki itu tak bergeming. Ia tetap duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong seakan kehilangan arah."Kevin, kamu baik-baik saja, kan, Nak?" tanya Misra seraya menghampirinya.Wanita paruh baya itu kemudian duduk di samping putranya. Dengan penuh kasih, ia mengusap bahu Kevin.“Bagaimana kalau aku yang tidak bisa memberikan anak?”“Kamu itu bicara apa, Kevin. Maksudnya mandul?” Raut wajah Misra langsung mengeras.Kevin menoleh pada ibunya dengan tatapan rapuhnya.”Aku hanya takut, kalau sebenarnya memang aku yang mandul.”“Kamu jangan bicara seperti itu. Justru mereka saja yang lambat sekali hamil. Ibu yakin, itu anakmu. Hanya Anya saja yang berusaha menyembunyikan semua ini.”“Sudahlah, Bu. Aku tidak ingin menelan harapan mentah.”“Lho, Ibu bicara yang sebenarnya, Vin. Kamu jangan lemah jadi laki-laki. Terus juga, Yulia kenapa semakin hari semakin berani dengan Ibu?”Mendengar nama is

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 77

    Keduanya akhirnya sampai di unit apartemen mereka. Begitu masuk ke dalam sudah ada Arum yang ternyata sudah datang lebih awal. Wanita paruh baya tengah duduk di sofa dan menikmati jamuan yang diberikan oleh bi Jumi. “Cepat sekali, Ma. Aku kira Mama datangnya nanti,” ucap Rayden sambil berjalan mendekat sang mama. Sementara itu, Anya hanya berdiri terpaku beberapa saat. Tatapannya tertuju pada Arum dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Setelah menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, ia akhirnya melangkah mendekati wanita paruh baya tersebut. Anya tersenyum menyapa Arum. Namun, wanita paruh baya itu hanya melirik sekilas sebelum mengalihkan pandangannya, seakan kehadiran Anya tak berarti. Mendapat sambutan sedingin itu, Anya hanya mengulas senyum tipis lalu memilih melangkah menuju kamar. Ia sadar, di mata Arum, keberadaannya masih belum dianggap. Dan Anya pun mengerti alasan di balik sikap dingin wanita itu terhadapnya. “Anya, mau ke mana?” tegur Rayden saat perem

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 07

    Suara berisik yang mengganggu membuat Kevin yang tengah tertidur terbangun. Ia melirik ke kamar mandi dan melihat Anya baru keluar dari sana dengan wajah yang tampak pucat. Meskipun begitu ia memilih untuk kembali melanjutkan tidurnya, namun sentuhan lembut di lengannya membuatnya berdecak dan kem

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 03

    Satu bulan kemudian…Anya dibuat gelisah dan semakin digantung oleh suaminya sendiri yang jarang pulang ke rumah, bahkan suaminya sudah menghentikan kiriman uang ke rekeningnya. Bagaimana bisa ia memenuhi kebutuhannya bila suaminya sendiri hilang entah ke mana.Untuk kesekian kalinya ia menelpon su

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 02

    Alis laki-laki itu berkerut, tidak mengerti dengan keberanian perempuan di depannya. Namun, sebelum ia memulainya, bibir lembut itu tiba-tiba menyentuh bibirnya lebih dulu. Seketika darahnya berdesir, sensasi panas menjalar cepat ke seluruh tubuhnya.Ia terdiam, menahan gejolak yang mulai menguasai

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 01

    Tubuh Anya menegang melihat suaminya dengan bangga memperkenalkan seorang perempuan yang kini berdiri di samping suaminya sambil bergelayut manja. “Dia siapa?” Suara Anya hampir tenggelam.“Tentu saja calon istriku. Siapa lagi, kamu bisa melihat sendiri bagaimana mesranya kami sekarang,” balas Kev

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status