Share

Bab 41

Author: Norwinda
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-25 19:33:21

Tendangan penuh emosi membuat batu kerikil itu melesat jauh. Kevin melangkah keluar dengan kepala panas, seakan asap tipis mengepul dari kepalanya. Beban pekerjaan kian berat, sementara posisinya justru dijatuhkan ke tingkat paling rendah, sebuah ironis yang menyesakkan.

“Seharusnya aku berhenti saja bekerja di sini, daripada harus tetap bertahan dan harga diriku diinjak-injak,” sungut Kevin sambil melangkah meninggalkan area perusahaan yang mulai sepi.

Entah hanya perasaan Kevin atau memang ke
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 67

    Rayden memandangi punggung perempuan itu yang berbaring membelakanginya. Ia tetap di sini dan tidak ingin pergi meskipun Anya memintanya keluar dari kamar ini.Percayalah perasaannya benar-benar tak karuan melihat apa yang terjadi. Ia berusaha menutupi ini semua dan berharap semuanya akan baik-baik saja. Tapi sesuatu yang buruk selalu mencari jalan untuk bisa menciptakan kekacauan.Perlahan Rayden bangkit dari kursi. Ia melangkah pelan mendekati Anya yang telah tertidur setelah cukup lama menangis.Ia mengusap lembut kepala Anya dan perlahan mencium pipi perempuan itu.“Aku usahakan masalah ini selesai, hingga kamu tidak terus menangis dan merasa tidak pantas bersamaku. Aku… aku mencintaimu Anya.”Rayden perlahan menjauh dari perempuan itu lalu pergi dari kamar tersebut. Laki-laki itu kini masuk ke dalam ruang kerjanya, ia mengambil ponsel yang tersimpan di meja lalu langsung mencari kontak seseorang.Rayden bersandar di sisi meja sambil menunggu panggilan yang tidak kunjung diangkat,

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 66

    Rayden kembali. Ia menyentuh pundak Anya yang menunggu dirinya di tempat yang sama. Namun, raut wajah perempuan itu terlihat berbeda begitu menoleh padanya.“Kamu kenapa, Anya? Tidak enak badan?” tanyanya penuh perhatian.Anya menggeleng lemah. Ia yang sebelumnya hanya menunduk perlahan mendongak.“Aku mau pulang.” Hanya kata lirih itu yang dikatakan.“Mau pulang? Tapi kamu benar-benar tidak apa-apa, kan?” Rayden menyentuh dan meraba-raba kening Anya seakan takut perempuan itu sakit.Anya hanya diam tak menjawab.Tanpa bertanya lebih lanjut, Rayden segera mendorong troli sambil merengkuh pinggang Anya. Ia berpikir perempuan itu sudah merasa kelelahan. Apalagi dalam kondisi hamil besar seperti ini tentu merasa kesulitan berjalan-jalan seperti ini di supermarket.Oleh karna itu mereka ke kasir agar segera pulang. Sambil menunggu antrian. Rayden memeluk Anya yang berdiri di depannya.Tangan sebelahnya mengusap-usap perut Anya dan tangan yang lain memegang troli.“Setelah sampai ke apart

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 65

    Anya tertidur nyenyak tanpa sadar di samping Rayden. Saat perlahan membuka mata, ia tampak terkejut mendapati laki-laki itu juga tertidur di sisinya dengan raut wajah lelah yang begitu jelas terlihat.Pelan-pelan, Anya mengalihkan pandangannya ke arah balkon. Angin malam berhembus cukup kencang, membuat gorden tipis yang menutupi pintu balkon terbuka itu berterbangan lembut mengikuti arah angin.Anya dengan hati-hati melepaskan lingkaran tangan Rayden di tubuhnya, lalu bangkit dari sofa. Sambil memegang perutnya ia melangkah berat menuju pintu balkon.Saat tangannya akan menutup pintu. Gerakkan tangannya terhenti, ia justru melangkah menuju balkon dan bersamaan itu angin berhembus menerpa wajahnya.Ia berdiri di sisi balkon, memandangi gemerlap kota malam yang tampak sunyi. Cahaya lampu gedung-gedung tinggi yang berdiri kokoh di sekitar apartemen itu memantul indah di matanya.Untuk beberapa saat, Anya hanya terdiam terpaku di sana. Tangannya perlahan mengusap perutnya ketika gerakan

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 64

    “Jadi Papa ingin aku bicara seperti itu pada semua orang?” “Tentu saja. Papa tidak ingin nama perusahaan dan keluarga kita tercemar karna satu titik noda hitam.” Lucas mengucapkan dengan tegas tanpa ingin ada bantahan. Rayden menundukkan kepalanya sambil mengatur deru napasnya. Ia kembali menatap papanya sambil menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak akan melakukan itu.” Raut wajah Lucas berubah marah mendengar jawaban putranya. “Aku tidak akan membohongi publik tentang siapa Anya, dan kenyataan bahwa dia sedang hamil anakku! Aku justru ingin mengumumkan bahwa dia akan menjadi istriku!” Mata Lucas berubah nyalang. Tangannya kembali melayang ke wajah Rayden, namun dengan cepat laki-laki itu menahannya dan mendorong kasar tangan papanya. “Aku memiliki hak atas hidupku! Bukan sebuah dosa aku menikahi perempuan yang mungkin status ekonominya berbeda. Mereka terlalu menuntut kehidupan sempurna dariku dan harus mengikuti ekspektasi mereka yang butuh drama dari orang-orang sep

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 63

    Rapat kali ini dipimpin oleh Lucas, posisi yang seharusnya diisi oleh Rayden. Ketidakhadiran putranya dalam beberapa pertemuan terakhir mulai membuatnya merasa putranya tidak bisa bekerja dengan profesional. Dengan ekspresi tenang namun tegas, Lucas membuka rapat. Ia membalik beberapa lembar dokumen di tangannya, lalu mengalihkan pandangan ke layar laptop di hadapannya.“Baik, kita mulai dengan evaluasi pekerjaan dan progres pembangunan. Dari data dan laporan yang saya terima, masih ada sejumlah komplain dari klien.”Lucas menatap karyawan yang bertugas mengurus proyek kontruksi sebuah pembangunan di pusat kota.“Ada yang bisa menjelaskan kenapa ini bisa terjadi? Padahal proyek ini sudah kita jalankan sesuai prosedur.”Ruangan mendadak hening. Tak ada yang langsung berani menanggapi, hingga akhirnya salah satu karyawan memberanikan diri angkat bicara.“Sebelumnya, saya bersama beberapa tim sudah melakukan pengecekan langsung ke area proyek, Pak. Dari hasil di lapangan, mandor dan beb

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 62

    Rayden yang melangkah menuju ke parkiran terhenti langkahnya, ia melihat ke arah Anya yang diam termenung sambil bersandar di body mobil.Ia pun melanjutkan langkahnya menghampiri perempuan tersebut yang seakan terlalu larut dalam lamunannya hingga tak peduli dengan keadaan sekitar.“Sudah kamu ambil barangnya?”Anya tersentak dan spontan menoleh begitu mendengar suara Rayden. Matanya mengerjap penuh keterkejutan yang sulit disembunyikan.Anya menundukkan kepalanya dengan perasaan gugup yang melanda.Rayden merentangkan kedua tangannya, mengurung Anya di antara tubuhnya dan body mobil. Ruang sempit itu langsung terasa menekan, seakan tak memberi celah bagi Anya untuk pergi.Anya mendongak, menatap wajah laki-laki itu. Matanya melirik pada kedua tangan Rayden yang bertumpu di sisi mobil, sebuah penjara yang membuatnya tak bisa pergi.“Apa Elsa mengatakan sesuatu padamu?” tanya Rayden serius, tatapannya tajam tanpa berusaha disembunyikan.Anya menggeleng pelan. “Tidak. Kami hanya mengo

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status