Share

Bab 48

Author: Norwinda
last update Last Updated: 2026-01-02 20:16:54

Anya hanya bisa pasrah, terdiam tanpa suara. Pijatan lembut di perutnya, dibalur minyak kayu putih yang hangat, perlahan meresap dan menenangkan. Gejolak yang sejak tadi mengaduk perutnya pun berangsur mereda.

“Kamu kenapa tidak bilang kalau sedang hamil?” ucap Hanum menatap lembut pada Anya.”Apa mantan suamimu tahu?”

Anya memalingkan wajahnya, enggan menjawab. Namun, wajah yang penuh kesedihan menyelimuti tanpa bisa disembunyikan.

“Anya, kenapa diam? Apa pertanyaan Ibu melukai hatimu?”

Perlahan Anya kembali menatap Hanum. Dengan lidah yang terasa berat ia berucap.”Ini bukan anak mantan suamiku. Ini anak laki-laki lain.”

Hanum langsung terdiam membisu mendengar itu. Anya langsung meraih tangannya dan menggenggam erat.”Aku tahu ini kesalahan fatal yang telah aku lakukan, Bu. Aku tidak sengaja berhubungan dengan laki-laki lain. Aku pun tidak ingin menggugurkannya, dua tahun ini aku sangat menunggu kehadiran seorang anak.”

Anya menangis terisak-isak. Antar sedih dan takut Hanum akan mara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dinar kasih 1205
Good job anya laki2 plin plan mesti di kasih shock terapy biar nggak seenaknya darang dan pergi sesuka hati
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 49

    Rayden dilanda kepanikan yang nyaris tak terkendali. Napasnya memburu, pikirannya kacau. Semua terjadi terlalu cepat, terlalu mendadak, hingga ia tak sempat menyiapkan diri atas tindakan nekat yang Anya lakukan. Situasi ini jelas di luar dugaannya.Di sisi lain, Jumi berdiri terpaku. Tubuhnya kaku, matanya menatap sang majikan yang kehilangan kendali. Rasa takut mencengkeram dadanya, namun anehnya, ada kelegaan kecil yang menyelinap di sela kecemasan itu. Berhari-hari ia dihantui rasa bersalah karna gagal menjalankan perintah Rayden dengan sempurna.Rayden segera menekan layar ponselnya. Ia menghubungi David, berharap bisa segera menemukan Anya. “Ya, Tuan.” Terdengar suara David dari seberang sana.“Kamu cepat ke apartemen sekarang, ada hal penting.”“Maaf, Tuan. Tapi hari ini saya harus menghadiri rapat, untuk menggantikan Anda.” Dengan hati-hati David berucap.“Lupakan dengan rapat itu. Ini lebih penting. Cepat segera ke sini.” Tanpa menerima bantahan apapun, Rayden langsung menu

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 48

    Anya hanya bisa pasrah, terdiam tanpa suara. Pijatan lembut di perutnya, dibalur minyak kayu putih yang hangat, perlahan meresap dan menenangkan. Gejolak yang sejak tadi mengaduk perutnya pun berangsur mereda.“Kamu kenapa tidak bilang kalau sedang hamil?” ucap Hanum menatap lembut pada Anya.”Apa mantan suamimu tahu?”Anya memalingkan wajahnya, enggan menjawab. Namun, wajah yang penuh kesedihan menyelimuti tanpa bisa disembunyikan.“Anya, kenapa diam? Apa pertanyaan Ibu melukai hatimu?”Perlahan Anya kembali menatap Hanum. Dengan lidah yang terasa berat ia berucap.”Ini bukan anak mantan suamiku. Ini anak laki-laki lain.”Hanum langsung terdiam membisu mendengar itu. Anya langsung meraih tangannya dan menggenggam erat.”Aku tahu ini kesalahan fatal yang telah aku lakukan, Bu. Aku tidak sengaja berhubungan dengan laki-laki lain. Aku pun tidak ingin menggugurkannya, dua tahun ini aku sangat menunggu kehadiran seorang anak.”Anya menangis terisak-isak. Antar sedih dan takut Hanum akan mara

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 47

    Anya meneguk teh yang diberikan, cukup membuat tenggorokannya lebih hangat. Perlahan ia meletakkan cangkir itu ke meja.“Selama ini kamu ke mana saja, Nak? Kamu benar-benar menghilang tanpa ada kabar,” ucap wanita paruh baya bernama Hanum itu.“Maafkan aku, Bu. Aku sebenarnya pindah ke kota lain, dan…” Anya tampak sulit melanjutkan ucapannya.”Aku sudah menikah.”Mata Hanum melebar, jelas terkejut. Ia menggenggam tangan Anya.”Kapan kamu menikah? Lalu, di mana suamimu?”“Aku sudah menikah dua tahun yang lalu, Bu. Saat aku pindah kota, aku bertemu dengan dia dan kami mulai hubungan sampai akhirnya menikah. Tapi… aku bercerai darinya.”Anya tak dapat mengendalikan air matanya yang kembali membanjir.”Aku benar-benar sangat hancur, Bu. Dia sudah berkhianat.”Hanum memeluk Anya, berusaha memberikan ketenangan pada perempuan itu. Tangannya dengan lembut menepuk punggung Anya. Merasa sangat iba.“Aku… aku merasa bersalah dengan Ibu. Andai aku tidak nekat pergi ke kota dan–”“Tidak perlu menyes

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 46

    “Saya mohon, Mbak Anya jangan pergi.” Jumi terus memohon-mohon ketika Anya memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas. Entah pilihannya sudah tepat atau tidak.Namun, kebencian dan ketidaksudian Arum atas kehadirannya akhirnya membuat Anya memilih pergi. Ia tak ingin terus bertahan di tempat yang hanya memberinya luka dan harapan semu. Bertahan hanya akan membuat hatinya kian remuk.“Ini pilihanku, Bi,” ucap Anya dengan suara serak.“Aku sadar, sejak awal aku memang tidak seharusnya berada di sini.”Jumi menggeleng.“Lalu… bagaimana jika pak Rayden marah? Beliau meminta saya menjaga Mbak Anya.”Anya tersenyum tipis, senyuman yang lebih mirip upaya terakhir untuk tetap kuat. “Jangan sampaikan apapun pada pak Rayden. Bibi tidak perlu merasa bertanggung jawab. Keputusan ini murni keinginanku.”Kalimat itu justru membuat Jumi runtuh. Ia menundukkan kepala, bahunya terguncang oleh isak tangis yang tak mampu lagi ditahan. Rasa bersalah menyesakkan dadanya, meski Anya berusaha meringankan rasa b

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 45

    Jumi membuka pintu dan raut wajahnya terlihat khawatir ketika sosok yang kira menghilang kini berdiri di hadapannya. “Mbak Anya ke mana saja?” Nada suara Jumi terdengar lega.”Saya telpon Pak Rayden tadi karna Mbak–”“Aku hanya ke pasar dekat sini,” sela Anya. Perempuan itu langsung masuk ke dalam apartemen, tanpa ingin memperpanjang obrolan mereka termasuk menjawab pertanyaan dari Jumi.Jumi berbalik, memandangi sosok Anya yang menghilang dari balik pintu kamar. Perempuan itu terlihat lesu dan ada kesedihan dari raut wajahnya.Jumi menghela napas panjang, dan kembali melanjutkan pekerjaannya di dapur. Sementara itu, Anya langsung menjatuhkan dirinya di kasur. Memandangi langit-langit kamar dengan sorot mata yang menjelaskan perasaannya sekarang.Suara gedoran pintu yang sangat keras dari luar pintu kamar membuat Anya terkejut. Ia langsung bangkit dari ranjang dan membuka pintu.Plak!Tamparan melayang di pipi Anya dengan sangat keras, menciptakan kemerahan di pipinya. Perempuan itu

  • Istri Mandulmu, Hamil Anak Bosmu   Bab 44

    Seorang perempuan melenggak anggun begitu menginjakkan kaki di area kedatangan bandara. Ia perlahan menurunkan kacamata hitamnya saat pandangannya tertuju pada satu sosok yang sangat ia kenal, seseorang yang sejak tadi setia menunggu.Tanpa ragu, perempuan itu melangkah cepat dan langsung memeluk laki-laki tersebut. Pelukan itu segera terbalas, hangat dan penuh kerinduan. Elsa kemudian mengurai pelukannya, bibirnya terangkat membentuk senyum tipis saat menatap wajah Rayden, pria yang sudah begitu lama tak ia jumpai.Tampan dan semakin gagah.“Apa kamu sudah menunggu lama, Rayden?”Rayden melirik arloji di pergelangannya.”Lumayan.” Ia melirik koper yang tengah dibawa Elsa.”Biar aku yang mau membawanya. Kamu pasti lelah.”Elsa menyerahkan koper itu sambil tersenyum. Ia melingkarkan kedua tangannya di lengan kokoh Rayden. “Terima kasih sudah menjemputku. Aku kira akan pulang sendiri ke rumah. Rasanya sangat melelahkan sekali setelah belasan jam di pesawat.” Elsa mencebikan bibirnya.“

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status