Pelayan pribadi dengan seragam putih bersih muncul dalam keheningan, membawa nampan berisi hidangan pembuka yang aromanya menggugah selera. Ada Scallop panggang dengan saus lemon mentega yang ringan, diikuti dengan Lobster Thermidor sebagai hidangan utama. Semua disajikan dengan presisi tinggi, namun bagi Vivian, rasa makanan itu kalah bersaing dengan kehadiran Juno yang terus memperhatikannya tanpa henti."Berhenti menatapku seperti itu, Juno. Makanlah makananmu," tegur Vivian sambil memotong daging lobsternya yang lembut."Aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu," balas Juno santai. Ia menyesap red wine miliknya, membiarkan cairan merah itu membasahi bibirnya sebelum melanjutkan, "Kamu tahu, Vivian? Di Jakarta, aku selalu melihatmu sebagai wanita yang tangguh, terkadang sedikit terlalu keras kepala saat di kantor. Tapi di sini, di bawah cahaya lilin ini... kamu terlihat sangat lembut. Seperti mawar yang akhirnya mekar sempurna karena tidak perlu lagi berjaga-jaga dari badai."Vi
Last Updated : 2025-12-25 Read more