Cahaya bulan masuk menembus jendela besar di ruang tamu, memberikan pendar perak pada lantai kayu. Juno tidak melepaskan tatapannya dari Vivian. Ketegangan sidang, suara bising wartawan, dan bau apek ruang pengadilan seolah menguap, digantikan oleh aroma parfum lembut Vivian yang menenangkan. "Ayo," bisik Juno, suaranya kini terdengar lebih serak dan berat. Ia masih menggendong Vivian dengan mantap, seolah berat badan istrinya itu sama sekali bukan beban baginya. Vivian melingkarkan lengannya di leher Juno, menyandarkan kepalanya di dada pria itu. "Juno, turunkan aku. Kamu baru saja memenangkan perang besar, jangan sampai pinggangmu encok karena menggendongku ke atas." Juno terkekeh pelan sambil mulai melangkah menaiki satu per satu anak tangga kayu menuju lantai dua. "Encok? Kamu meremehkan latihan fisikku tiap pagi, Vian? Lagipula, menggendongmu adalah bagian paling menyenangkan dari seluruh hariku yang melelahkan ini." Sesampainya di kamar utama, Juno tidak langsung menu
Huling Na-update : 2026-01-18 Magbasa pa