Penerbangan subuh dari Surabaya terasa seperti selamanya bagi Juno. Padahal, jet pribadinya sudah terbang dengan kecepatan maksimal, namun bagi Juno, setiap menit di udara adalah risiko keamanan bagi Vivian. Begitu roda pesawat menyentuh aspal bandara Halim, Juno langsung melesat menuju mobil yang sudah menunggu. "Cepat, Pak. Kalau bisa kita sampai sebelum Vivian bangun," perintah Juno kepada sopirnya. "Siap, Tuan. Tapi ini jam berangkat kantor, jalanan agak padat," jawab si sopir ragu. "Gunakan jalur alternatif. Saya tidak mau alasan," sahut Juno pendek, sambil matanya terpaku pada layar iPad yang menampilkan rekaman CCTV kamar tidurnya. Vivian masih meringkuk nyaman di balik selimut, membuat napas Juno sedikit lebih teratur. Namun, ketenangan itu terganggu oleh getaran ponsel di saku jasnya. Sebuah pesan W******p masuk dari nomor yang tidak ia simpan, tapi ia tahu siapa pemiliknya. “Pagi, Juno. Maaf soal semalam jika aku terlalu bersemangat. Ayah bilang kamu sudah kembali ke
Huling Na-update : 2026-01-23 Magbasa pa