Rendra meninggalkan kamar, memberikan ruang bagi Dara. Di lorong, dia berhenti sejenak, menatap pintu kamar utama Riani yang tertutup rapat, lalu pintu kamar tamu di mana Dara berada. Dia berdiri tepat di tengah-tengah dua pintu itu, hatinya seketika bimbang.Malam ini, dan mungkin untuk beberapa malam ke depan, dia akan tidur di sofa atau ranjang yang sama dengan wanita yang dicintainya, berjaga di antara dua wanita yang masing-masing memiliki hak kepemilikan berbeda atas hidupnya. Sebuah pengorbanan kecil, pikirnya, untuk memastikan yang satu aman, dan yang lain tetap menghormati kesepakatan.Namun di dalam hatinya, dia tahu, tidak ada yang sederhana dalam perang yang mereka jalani ini. Dan tidurnya, seperti tidur Dara, akan dipenuhi oleh bayang-bayang ketegangan dan ketidakpastian.Setelah membawa selimut miliknya dari kamar utama, Rendra kembali ke kamar tamu. Dara terduduk di tepi ranjang.Suasana kamar yang tadi dipenuhi
最終更新日 : 2026-01-01 続きを読む