Malam itu seharusnya menjadi malam yang tenang setelah pelampiasan kemarahannya pada Adrian. Rendra baru saja menutup bagasi mobilnya, pikiran masih melayang pada pesan yang baru dikirimnya ke Dara. Udara malam itu terasa segar.Tiba-tiba, dari balik bayangan tiang lampu, seorang pria bertubuh tegap dengan jaket hitam, topi rendah, dan masker wajah menutupi hampir seluruh wajahnya melesat keluar. Langkahnya cepat, sunyi, dan penuh niat. Di tangannya, bilah pisau memantulkan cahaya lampu jalanan dengan kilatan singkat yang jahat.Maya, yang masih berdiri di pintu klinik, adalah satu-satunya yang melihat. “Awas, Pak Rendra!” teriaknya, suaranya pecah oleh kepanikan.Rendra berbalik, tapi naluri waspadanya terlambat sepersekian detik.Bruk!!Tubuhnya yang tinggi terhuyung ke belakang, menabrak bodi mobilnya dengan hentakan keras. Bukan karena pukulan, tapi karena kejutan dan rasa sakit yang tiba-tiba dan menusuk di b
Huling Na-update : 2026-01-18 Magbasa pa