“Kamu cantik, Sayang. Sempurna,” gumam Rendra, seperti berdoa.Tangannya yang besar dan hangat menelusuri setiap inci kulit Dara mulai dari perut, naik perlahan, hingga akhirnya mengisi telapak tangannya dengan gugus dada Dara. Dia membelainya, mengusap dengan ibu jari di puncaknya yang sudah keras, sebelum menunduk kembali.Dan kali ini, bibirnya menyentuh kulitnya secara langsung, tanpa penghalang.Dara memejamkan mata, kepalanya tenggelam ke bantal. Dia membiarkan tubuhnya melengkung, memberikan akses lebih dalam pada Rendra. Di dalam pikirannya, dia membagi dirinya menjadi dua: ada Dara yang terpaku di ranjang ini, menanggung setiap sentuhan, setiap ciuman yang membakar; dan ada Dara lain yang berjarak, yang menghitung, yang mengingat bahwa di suatu tempat, Riani mungkin saja sedang menyiapkan rencana lain untuk menjatuhkan pria ini.Rendra, seolah-olah membaca kegelisahannya, menarik perhatiannya kembali. “Fokus padaku, Sayang,” perintahnya dengan lembut namun tegas.Sementara ta
Huling Na-update : 2026-01-14 Magbasa pa