Keesokan harinya, Dara menyamar sederhana dengan kacamata dan kerudung, duduk di barisan paling belakang ruang sidang yang dingin. Udara terasa kaku dan membuat Dara sedikit menggigil. Saat Rendra masuk dengan Samuel di sisinya, dia terlihat tenang, bahkan tersenyum kecil.Riani, di sisi lain, tampak menciut, wajahnya pucat lesu.Sidang berlangsung teknis. Pengacara Rendra, Samuel, dengan lihai memainkan narasi tentang konspirasi balas dendam oleh mantan klien yang punya kondisi tidak stabil. Dia memperlihatkan bukti-bukti digital yang seolah tak terbantahkan. Riwayat pesan ancaman dari Ben, transaksi mencurigakan ke rekening Riani, dan tentu saja, rekaman CCTV yang sudah Dara lihat.Namun saat hakim memberi kesempatan pada Riani berbicara, sesuatu yang tak terduga terjadi. Riani, dengan suara gemetar namun jelas, berkata. “Yang Mulia, saya punya satu bukti fisik yang belum diserahkan. Sesuatu yang . .. Pak Rendra tidak tahu saya memilikinya
Terakhir Diperbarui : 2026-01-13 Baca selengkapnya