Saat mobil Arkha berhenti di area parkir supermarket, sebuah ide nakal muncul di benak Dara. Sebelum melepas sabuk pengamannya, dia berpaling ke Arkha.“Aku lupa sesuatu, Mas,” bisiknya, sebelum mendekat dan mencium bibir Arkha dengan sengaja. Bukan ciuman biasa, tetapi ciuman yang penuh arti, cukup lama untuk membuat Tari yang duduk di jok belakang merasa tidak nyaman.Dara menyipitkan matanya, mengintip reaksi Tari lewat kaca spion. Hasilnya sesuai harapannya. Adik iparnya itu mencebik, wajahnya berkerut masam.“Ayo Mas, ke kampus. Aku bisa telat nanti kalau kelamaan,” desak Tari, suaranya datar namun terdengar gusar. Dia sengaja memalingkan wajah ke jendela, menolak untuk menyaksikan adegan mesra itu lebih lama.Arkha, yang sedikit kaget, hanya bisa tersenyum kecut. “Iya. Kalau gitu hati-hati ya, Yang. Telepon kalau sudah selesai biar aku jemput,” katanya.Dara membalas dengan senyum kemenangan sebelum melangka
Last Updated : 2025-11-25 Read more