Dara kembali ke rumah dengan perasaan khawatir. Perasaan bersalah diam-diam menyusup ke hatinya. Hal pertama yang dilakukannya saat membuka pintu rumah adalah menuju gudang. Dia merapikan bahan yang dibelinya di sana. Menyembunyikannya sebaik mungkin dari suaminya. Aroma dari parfum alami memenuhi penciumannya, membuatnya bahagia. Namun, dia harus menyiapkan makan malam bersama Arkha dan Tari, adik iparnya. Waktu makan malam tiba, Dara duduk di seberang Tari dan Arkha. Dara memaksakan senyum, mencoba menikmati suapan demi suapan hidangan yang rasanya tawar di mulutnya. Setiap tawa Tari yang terdengar nyaring, setiap sentuhan halusnya pada lengan Arkha, terasa seperti pisau yang mengirisnya perlahan. “Dara, kamu kok diam aja, Yang?” tanya Arkha tiba-tiba, membuatnya tersentak. “Oh, aku cuma ... lagi menikmati makanannya aja, Mas,” jawabnya cepat, berusaha menutupi kegelisahannya. Tari tersenyum manis. “Masakan Mbak Dara memang enak sekali, ya, Mas Arkha? Mas Arkha bilang ini
Last Updated : 2025-11-20 Read more