“Aku juga mencintaimu, Rendra.” Tiga kata yang telah ia pendam bertahun-tahun, akhirnya terungkap di tengah kekacauan hidupnya. Bisikan itu keluar tanpa paksaan, murni dari relung hati terdalam Dara.Rendra menghentikan ciumannya, menarik diri cukup untuk menatap mata Dara. Di matanya, ada kelegaan yang sangat besar, meski terlihat sedikit kekhawatiran.“Kali ini,” katanya, suaranya tegas namun penuh perasaan, “kita akan melawan semuanya bersama. Aku takkan membiarkan siapa pun memisahkan kita lagi,” janjinya.Dan untuk pertama kalinya sejak lama, Dara merasa memiliki arah. Dan di pelukan Rendra, dengan cinta lama yang kini menyala kembali, dia memilih untuk percaya bahwa inilah jalan yang seharusnya mereka tempuh, bersama.Rendra lalu melajukan mobilnya, meneruskan perjalanan mereka ke apartemen miliknya. Saat pintu apartemen itu tertutup, Dara terkagum-kagum dengan pemandangan malam di luar jendela apartemen.Pe
Read more