Alvin merenung sejenak, lalu berkata pada Verina, “Verina, sebentar lagi kita mau pindah ke lokasi berikutnya. Kulihat orang yang kamu ajak juga nggak bisa berbaur dengan kita, bagaimana kalau suruh dia pulang duluan? Kalau nggak, nanti kita dikira bersekongkol mengucilkannya.”“Cih, ada juga orang yang begitu nggak tahu malu, masih bisa duduk di sana. Kalau jadi aku, aku sudah pergi sejak awal!”Ujar Lusi mencibir.Nadya menjilat bibir merahnya, “Mungkin karena melihat wanita secantik aku, jadi dia nggak rela pergi.”“Hahahaha!”Suara tawa pun pecahVerina mengangkat alisnya, melihat Freddy yang terlihat acuh tak acuh, dia pun berkata tegas, “Aku nggak seharusnya mengajakmu hari ini. Kamu pulang duluan saja, kamu nggak dibutuhkan di sini!”“Kamu kira apa alasan aku belum pergi? Karena aku sudah berjanji pada kakakmu untuk menjagamu.”Freddy menggelengkan kepalanya, “Kamu juga sudah cukup bersenang-senang, sudah waktunya pergi sekarang!”“Aku belum puas bersenang-senang.”Verina menden
Baca selengkapnya