Ketika matahari mulai terbenam dan pinggang A Ruo terasa kebas karena duduk terlalu lama, lukisan akhirnya selesai juga.“Yang Mulia Pangeran, lukisannya sudah jadi," ucap pelukis itu dengan napas yang berat.Shen Yuan membantu A Ruo berdiri. Keduanya mendekati lukisan tersebut.Hasilnya luar biasa indah dan hidup. Sang pelukis mampu mengabadikan detail senyum ceria di wajah A Ruo, serta tatapan abu-abu Shen Yuan yang memancarkan kelembutan hanya ditujukan pada istrinya. Bahkan kilau benang perak pada pakaian pengantin mereka terlihat sangat nyata.Senyuman puas terukir di bibir A Ruo. Ia menyentuh pinggiran kertas lukisan itu."Bagus sekali," ucap A Ruo dengan mata berkaca-kaca karena bahagia. "Terima kasih. Ini adalah foto pre-wedding ... ah, maksudku, lukisan kenang-kenangan paling berharga yang pernah kumiliki. Aku sangat menyukainya."“Terima kasih, Pak Tua. Bai Ju, Han Qing, beri imbalan 100 tael emas untuk lelaki ini dan antar dia keluar dari istana sekarang juga.”Hampir pings
Read more