"A Ruo, dengarkan aku!" Shen Yuan mencengkeram bahu gadis itu, berusaha menahannya agar berjarak, tapi gadis berpipi tembem itu terus saja memonyongkan bibirnya."Ini bukan dirimu, tapi pengaruh obat keparat itu. Sadarlah, kita punya perjanjian!"Tapi A Ruo sudah dibutakan oleh hasrat yang menghilangkan kesadarannya. Napasnya panas, dan terasa memburu di leher Shen Yuan."Pangeran, jangan menolakku, nanti aku dihukum mati oleh ibumu yang sinting itu," bisik A Ruo sambil kepalanya tergeletak di dada Shen Yuan."Sakit, di sini rasanya panas sekali." A Ruo menunjuk bagian ulu hatinya.Gadis itu menggeliat dalam dekapan Shen Yuan, bahkan jemarinya mulai membuka baju lapisan luar milik Shen Yuan. Setiap sentuhan kulit A Ruo yang menghangat terasa seperti bara api yang ditempelkan ke es.Shen Yuan mengertakkan gigi. Ia mencoba menaikkan Qi dinginnya untuk menurunkan panas tubuh A Ruo, dan berharap gadis itu sadar akan hal yang tidak lazim. Hawa dingin mulai menguar dari telapak tangannya, m
Last Updated : 2026-02-02 Read more