“Apa kamu sudah makan?”Alicia bertanya sambil menatap wajah Devan dengan lebih saksama.Baru sekarang ia menyadari sesuatu.Wajah pria itu tampak sedikit pucat. Garis lelah terlihat samar di bawah matanya, seolah ia sudah bekerja terlalu lama tanpa istirahat yang cukup.Alicia mengerutkan kening.“Kamu belum makan, ya?”Devan hanya menggeleng pelan.“Aku ingin makan bersamamu.”Jawabannya begitu sederhana.Namun entah kenapa, kalimat itu membuat hati Alicia terasa hangat.Ia menahan senyum yang hampir muncul di bibirnya.“Baiklah,” katanya akhirnya sambil mengangguk kecil.“Kita makan.”Alicia berbalik menuju villa.Devan mengikuti di belakangnya.Begitu mereka masuk ke ruang makan, para pelayan yang berjaga langsung bergerak cepat. Dalam waktu singkat, meja makan yang panjang itu sudah dipenuhi hidangan hangat.Sup hangat.Ikan panggang.Sayuran tumis.Dan beberapa hidangan ringan lainnya.Alicia duduk di kursinya.Devan duduk tepat di seberangnya.Namun pria itu tidak langsung meng
Mehr lesen