Alicia berdiri di dalam kamar yang dulu ia tempati.Kamar itu luas.Terlalu luas bahkan.Tempat tidur besar dengan seprai putih bersih, jendela tinggi dengan tirai tipis yang sedikit terbuka, dan aroma ruangan yang hangat namun asing.Alicia memeluk dirinya sendiri.Bukan karena dingin.Tapi karena… sepi.Ia menghela napas pelan.Sudah beberapa hari ia hidup dalam pelarian. Dan sekarang, ketika akhirnya ia berada di tempat yang aman…Justru hatinya tidak bisa benar-benar tenang.Perlahan, Alicia membuka pintu kamarnya.Langkah kakinya ringan saat keluar ke koridor.Sunyi.Tidak ada siapa pun.Ia berjalan pelan, tanpa tujuan yang jelas.Sampai akhirnya—Langkahnya berhenti.Di ujung koridor, terlihat cahaya dari sebuah ruangan yang belum tertutup sepenuhnya.Pintu itu sedikit terbuka.Dan dari dalam… terdengar suara halus.Alicia mendekat perlahan.Dan ketika ia mengintip—Ia melihat Devan.Pria itu duduk di sofa dengan laptop terbuka di depannya.Rambutnya sedikit berantakan.Namun ju
Read more