Langkah mereka memasuki rumah sakit terdengar beriringan.Lantai marmer yang mengilap memantulkan bayangan keduanya—Sofia yang masih sedikit canggung, dan Thomas yang berjalan tenang tanpa banyak bicara.Begitu pintu lift terbuka, seorang perawat langsung menyambut.“Selamat sore, Tuan Thomas. Dokter sudah menunggu.”Thomas hanya mengangguk singkat.Sofia melirik sekilas.Sudah menunggu…Artinya, semua ini memang sudah dipersiapkan.Mereka masuk ke ruang konsultasi yang terasa hangat dan tenang. Tidak seperti ruang dokter pada umumnya.Seorang pria paruh baya berdiri dari kursinya.“Ah, you must be Sofia,” ucapnya dengan senyum ramah.“Iya, dokter,” jawab Sofia pelan.“Saya Dr. Farid. Saya datang dari Singapura.”Logat Melayu yang kental membuat Sofia sedikit lebih nyaman. Sesekali memang terselip bahasa Inggris, tapi tetap mudah dipahami.“Silakan duduk.”Sofia duduk, sementara Thomas memilih tempat tidak jauh darinya.Dr. Farid membuka catatan di depannya, lalu menatap Sofia dengan
Magbasa pa