Devan mengangguk.“Dia kelihatan sangat menyesal. Mungkin juga tidak pernah menyangka… pria seperti Thomas, yang dinding pertahanan seperti tembok besar China, bisa tertarik pada Tante Sofia.” "Tentu saja, mami sangat cantik. Kalau jalan dengan ku saja, kata orang adik kakak." Alicia berkata dengan bangga.“Dia bodoh. Buang berlian, malah pilih kerikil," Devan ikut menimpali.Alicia sempat terdiam, lalu menundukkan kepalanya.“Kalau wanita lain mengalami hal seperti mami… mungkin sudah kehilangan kendali. Bisa saja membunuh selingkuhan suaminya.”Ia menghela napas pelan.“Aku tidak bisa membayangkan… bagaimana mami menahan semua rasa sakit, amarah, dan emosinya selama ini.”Devan mengangguk pelan.“Tante Sofia memang luar biasa. Padahal selama ini dia diberi obat yang merusak kejiwaannya… tapi dia tetap bisa berpikir jernih. Tidak melakukan hal bodoh yang justru merugikan dirinya sendiri.”Alicia menatapnya.“Kalau mami sampai lepas kendali waktu itu… mungkin dia memang tidak akan di
Magbasa pa