Malam itu, rumah besar Tonny terasa hangat. Meja makan panjang telah ditata sempurna, dengan hidangan Nusantara dan Eropa berdampingan—rendang yang pekat aromanya, steak yang masih mengepul, salad segar, sup krim, dan aneka pencuci mulut mahal. Semua tampak mewah dan lengkap. Tawa kecil sempat mengisi ruangan.Charlotte duduk anggun di salah satu sisi meja. Gaun malam berwarna lembut membalut tubuhnya, menonjolkan posturnya yang tinggi dan ramping. Rambutnya tertata rapi, wajahnya berseri—ia tampak seperti putri rumah ini.Di seberangnya duduk Vina, sahabat lama Sofia yang baru kembali dari luar negeri, bersama suaminya Willy dan putri mereka Jessica. Malam itu seharusnya menjadi malam reuni yang menyenangkan. Sampai makan malam selesai.Tonny dan Willy berdiri hampir bersamaan, bertukar pandang singkat, lalu melangkah ke teras belakang untuk merokok dan berbincang. Begitu kedua pria itu menghilang, suasana berubah.Vina menyandarkan punggung ke kursi, menatap Charlotte tanpa senyum.
Terakhir Diperbarui : 2025-12-26 Baca selengkapnya