Pagi itu Alicia terbangun dengan wajah berseri-seri. Matanya langsung terbuka, bibirnya refleks tersenyum. Malam tadi… apa cuma mimpi?Ia bangkit setengah duduk, meraih ponsel di samping bantal. Jarinya gemetar kecil saat membuka notifikasi, dan detik berikutnya—matanya membelalak.Transfer masuk: 500.000.000Pengirim: RayanAlicia langsung menutup mulut. “Ya Allah… beneran,” gumamnya lirih, nyaris tidak percaya.Pandangannya bergeser ke nakas, di mana kado dari Luna dan Devan terletak rapi—tas mahal yang berkilau lembut, dan kotak jam tangan eksklusif yang bahkan belum ia buka sejak semalam.Bukan mimpi. Ini nyata.Baru saja ia menarik napas lega, ponsel bergetar lagi. Kali ini panggilan masuk: Bibi Rika.Alicia tersenyum lebar dan langsung mengangkatnya. “Halo, Bu! Ibu gimana kabarnya?” sapanya ceria, suara ringan—jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya.Di seberang sana, Rika tersenyum puas. Ia sengaja menelepon biasa, bukan panggilan video, agar lebih aman, bebas bicara. “Ibu baik,
最終更新日 : 2026-01-07 続きを読む