Pintu kamar diketuk pelan.“Permisi.”Seorang pelayan masuk sambil mendorong troli kecil berisi makan siang. Aroma sup hangat langsung memenuhi ruangan.“Makan siang Tuan Devan,” ujar pelayan itu sopan.Sebelum Devan sempat menoleh, Alicia sudah bergerak.“Terima kasih, biar saya saja,” katanya cepat, suaranya lembut tapi tegas.Pelayan itu sedikit tersenyum, namun tetap menyerahkan troli dan melangkah mundur.Alicia mendorong troli mendekat ke ranjang. Tangannya bergerak cekatan—membuka penutup makanan, mengecek suhu sup, mengaduknya perlahan agar tidak terlalu panas.“Supnya masih hangat, pas,” katanya sambil mengangguk kecil, seolah sedang memastikan standar hotel bintang lima.Devan memperhatikan dalam diam.Ini bukan sekadar profesional.Ini… niat.Alicia menarik kursi dan duduk di sisi ranjang. Ia mengambil sendok, meniupnya perlahan.“Silakan, Tuan,” ucapnya lembut.“Saya bantu.”Devan mengerjap.“Bantu?”Alicia tersenyum—senyum manis yang terlalu sempurna.“Iya,” katanya ringa
최신 업데이트 : 2025-12-18 더 보기