KRAAAAAKKK!!!Suara itu memecah udara seperti gunung retak. Tubuh Qing Jian melengkung tajam di atas ranjang batu giok—ototnya menegang, kulitnya berkilat pucat, sementara bunyi berderak seperti batang kayu patah bergema dari setiap inci tubuhnya.Yi Xue membeku, lalu menjerit, “Qing Jian! Apa yang terjadi padamu?!”Nada suaranya pecah, terisi kepanikan yang meremas dada. Ia tidak pernah melihat fenomena seperti ini—tulang Qing Jian seperti berusaha keluar dari dagingnya sendiri, mendorong kulit dari dalam, membuat seluruh tubuhnya bergetar liar.Di sudut ruangan, Ang Tok Mo Kui—Yi Xue yang biasanya dingin seperti patung batu—terhuyung, matanya berair. Ia menatap sahabatnya itu seperti sedang melihatnya sekarat tanpa bisa menolong.Qing Jian berteriak. Sebuah suara rendah, serak, penuh penderitaan.Yi Xue tak sempat berpikir lagi.Dengan satu gerakan cepat dan berani, ia merobek seluruh penutup tubuhnya sendiri, kain sutra merah muda meluncur jatuh ke lantai seperti kelopak bunga mu
Última atualização : 2025-12-11 Ler mais