Rendra langsung mengambil alih kendali percakapan dengan senyum profesionalnya. "Kesehatan Alia jauh lebih penting daripada mengejar target keturunan, bukan begitu, Pak Baskoro? Kami sangat menghargai saran dari istri Bapak, tapi saat ini kami sedang menikmati masa-masa berdua. Kesetiaan saya pada Alia bukan karena ada atau tidaknya anak, tapi karena komitmen yang sudah kami buat."Kata-kata itu terdengar sangat heroik di telinga tamu lainnya. Pak Baskoro manggut-manggut kagum, sementara istri Pak Baskoro tersentuh melihat "ketulusan" Rendra. Namun di bawah meja, genggaman Rendra di tangan Alia semakin kuat, kuku pria itu sedikit menekan kulit Alia—sebuah peringatan agar Alia tidak merusak narasi "suami setia" yang sedang ia bangun.Desy, yang duduk tak jauh dari sana, hanya tersenyum simpul sambil menyesap wine-nya. Matanya yang tajam menatap Alia seolah berkata, “Teruslah berpura-pura, Alia. Mari kita lihat berapa lama kau bisa bertahan.”Usai acara yang melelahkan itu, mereka berja
Terakhir Diperbarui : 2026-04-23 Baca selengkapnya