Alia melangkah masuk ke dalam restoran dengan dagu terangkat, meski hatinya terasa remuk melihat kemesraan Rendra dan Desy di ujung ruangan. Arhan mengekor tepat di belakangnya, wajahnya yang biasanya usil kini berubah menjadi tameng yang kokoh dan protektif.Sesampainya di meja besar yang sudah dipesan Rendra, suasana mendadak hening. Nyonya Sofia menatap Arhan dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan."Alia, siapa anak ini? Kenapa dia ikut masuk ke dalam?" tanya Sofia ketus."Ah, dia sopir pribadiku, Ma. Karena Rendra tidak bisa menungguku tadi, aku memutuskan untuk mempekerjakannya agar kita bisa barengan tanpa harus di tinggal lagi," jawab Alia tenang, sembari menarik kursi.Desy menutup mulutnya dengan tangan, berpura-pura terkejut. "Aduh, Alia... tapi tidak bagus lho, dilihat orang kalau perempuan yang sudah bersuami sedekat itu dengan laki-laki asing. Apalagi dia kelihatannya masih sangat muda.""Benar kata Desy," timpal Sofia cepat. "Rendra, kamu lihat k
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-04 Mehr lesen