Alia tidak menyadari kapan matanya mulai memberat. Kelelahan emosional setelah menghadapi Rendra semalam, ditambah dengan energinya yang terkuras untuk merawat Arhan, membuatnya terlelap dalam posisi yang tidak nyaman. Ia tertidur sembari duduk di tepi ranjang, dengan kepala bersandar pada tumpukan bantal di kepala tempat tidur. Di sampingnya, Arhan tampak tidur dengan pulas, napasnya mulai teratur, dan tangannya masih melingkar posesif di pinggang Alia, seolah takut wanita itu akan menghilang begitu ia memejamkan mata.Sekitar pukul sebelas malam, Alia tersentak bangun. Kamar itu kini hampir gelap total, hanya menyisakan sedikit cahaya dari lampu jalan yang menembus celah gorden. Ia meringis pelan merasakan lehernya yang kaku. Diliriknya Arhan; suhu tubuh pemuda itu sudah tidak seganas tadi, meski masih terasa hangat.Dengan sangat hati-hati, Alia memindahkan tangan Arhan dari pinggangnya. Ia menahan napas saat Arhan melenguh pelan, namun untungnya pemuda itu tidak terbangun. Setelah
最後更新 : 2026-05-11 閱讀更多