Arhan menghela napas panjang, ibu jarinya bergerak perlahan menghapus sisa air mata di pipi Alia. Setelah memastikan napas Alia kembali teratur dan tangisnya mereda, Arhan bangkit berdiri."Sudah malam, aku pulang dulu nanti jadi masalah lagi kalau ada yang lihat," ujar Arhan dengan nada yang dipaksakan setenang mungkin, meski hatinya masih panas mendengar perlakuan Rendra.Namun, baru saja Arhan berbalik, tangan Alia bergerak cepat meraih lengannya. Sentuhan itu tidak ragu-ragu, malah cenderung menuntut. Sebelum Arhan sempat bertanya, Alia menarik lengan itu dengan kuat hingga tubuh Arhan kembali mendekat, dan tanpa aba-aba, Alia menciumnya.Alia menekan tengkuk Arhan dengan kuat, menyalurkan segala rasa sakit hati, amarah, dan kekosongan yang ia rasakan malam itu ke dalam ciuman yang nekat tersebut. Arhan sempat terperangah, kedua tangannya terangkat di udara mencoba memegang bahu Alia untuk mendorongnya menjauh."Kak... jangan..." gumam Arhan di sela napasnya yang memburu, mencoba
最後更新 : 2026-04-30 閱讀更多