Pagi itu, sinar matahari yang menerobos celah tirai terasa lebih hangat. Alia dan Rendra masih berbaring, diselimuti rasa lelah yang asing namun terasa nyata—jenis kelelahan yang sudah bertahun-tahun tidak mereka rasakan bersama. Biasanya, Alia akan langsung beranjak, namun kali ini ia terdiam, menatap wajah suaminya.Harus diakui, Rendra memiliki fisik yang nyaris tanpa cela. Dari garis rahang yang tegas, postur tubuh tinggi yang atletis, hingga wajah yang selalu berhasil memikat siapapun yang melihatnya. Namun, hanya Alia yang tahu betapa rumitnya sifat di balik kesempurnaan itu.Rendra perlahan membuka mata, senyumnya terkembang saat melihat Alia masih di sampingnya. Ia menarik Alia kembali ke dalam pelukannya."Ren, bangun. Kamu harus kerja," gumam Alia pelan, mencoba melepaskan diri.Sudah lama sekali mereka tidak menghabiskan malam di kamar utama ini. Namun, momen tenang itu pecah saat suara ketukan pintu terdengar bertalu-talu. Alia hendak bangun untuk membukanya, tapi Rendra m
最後更新 : 2026-05-08 閱讀更多