Kinanti menyunggingkan senyum tipis yang penuh kelicikan, sama sekali tidak terlihat gentar. "Itulah bedanya kamu dengan Mama, Intan. Kamu datang ke sana seperti orang yang meminta sedekah, tentu saja dia akan mengusirmu. Jacob memang sudah memperketat penjagaan, dia menambah tenaga keamanan di rumah pribadinya itu dua kali lipat sejak kejadian itu. Tapi sedalam apa pun dia bersembunyi, mama selalu punya cara untuk membuatnya keluar."Kinanti mengeluarkan ponselnya, menunjukkan sebuah titik koordinat yang sudah ia tandai. "Mama sudah mengamati polanya. Dia memang memperketat keamanan di dalam rumah, tapi jalan umum menuju kompleks perumahan itu tetaplah jalan publik. Kita tidak akan mencoba masuk ke halaman rumahnya lagi. Kita akan menunggu di titik buta sebelum mobilnya mencapai pos penjagaan pertama."Kinanti menggenggam tangan Intan, mencoba menyalurkan keberanian yang dingin. "Kita akan berangkat sore ini, tepat sebelum jam pulang kantor. Ingat, kali ini jangan bersikap sombong
Last Updated : 2026-01-04 Read more