“Maksud kamu bantuin gimana,Mas?” tanya Renita, suaranya bergetar ringan. Deva mencondongkan tubuhnya, menyentuh bibir Renata dengan lembut. Aroma maskulin khas parfume Deva,yang tidak pernah berubah sejak dulu. Ciuman itu mulai dalam, tapi Renita tersentak dan mendorong dadanya. “Mas… lepaskan! Ini tidak benar… aku adik ipar Mas!” tegasnya, suaranya nyaris pecah. Deva terhenti sejenak, menatap Renita dengan mata yang bercampur kesal dan prihatin. “Ren… aku cuma… tidak bisa menahan perasaanku sejenak. Lagian, tidak ada yang melihat… hanya kita berdua di ruangan ini,” ucapnya pelan, mencoba menenangkan diri. Renita menarik napas panjang, hatinya berdebar kencang. “Mas, sadar… kamu sudah punya tunangan. Aku punya suami… lupakan aku. Kamu mencintai Nathalia kan,jangan seperti ini… aku mohon.” Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. “Tok… tok…” Renita menoleh, wajahnya memerah. Deva menahan napas, menunggu siapa yang datang. Setelah hening sesaat, Deva memecah keheningan. “Memangnya k
آخر تحديث : 2025-11-24 اقرأ المزيد