Diana menggelengkan kepalanya pelan. Pasrah saja tanpa mau menjawab apa pun lagi.Di dalam ruang ganti yang sunyi, dia menyadari satu hal dengan jelas: apa pun perintah Daniel, dia tidak akan mampu menolaknya.Bukan karena dia tak ingin melawan, melainkan karena sejak awal, kesepakatan itu telah mengikatnya, uang, kebutuhan, dan kenyataan hidup yang memojokkannya.Satu per satu lingerie itu akhirnya dia coba. Setiap kali pintu ruang ganti terbuka, Daniel berdiri dengan sikap tegak dan tangan terselip di saku jasnya.Tak ada reaksi berlebihan. Tak ada senyum. Hanya tatapan tajam yang menilai dengan dingin namun penuh kendali.“Cantik,” ucapnya singkat pada pilihan pertama.Diana menelan ludahnya lalu kembali masuk.Pilihan kedua, ketiga, hingga keempat, reaksi Daniel tetap sama. Seolah dia tengah memeriksa barang berharga yang akan menjadi miliknya, memastikan semuanya sesuai standar.“Cocok.”“Bagus.”Hanya itu. Komentar singkat yang justru membuat Diana semakin gugup. Dia tidak tahu
최신 업데이트 : 2025-12-17 더 보기