Direktur-direktur beranjak keluar satu per satu. Begitu pintu tertutup, hanya ada Rex dan sang papa di ruangan besar itu.Rex tidak langsung bicara.Ia berdiri diam.Lalu akhirnya berkata lirih, “Pa… ini semua rencana Papa, ya?”Papa menoleh.“Maksudmu?”Rex menatapnya—mata gelap itu penuh rasa ingin tahu, ragu, takut salah mengerti.“Papa sengaja menempatkan aku di Bandung,” lanjut Rex lalu menahan napas.“…supaya aku dekat sama Anita dan Nathan?”Papa Nicholas mengembuskan napas panjang, penuh kebijaksanaan seorang ayah yang sudah melewati terlalu banyak badai hidup.“Rex,” katanya pelan, “Papa tahu kamu tidak pernah setengah-setengah kalau mencintai seseorang.”Rex menunduk, rahangnya menegang.“Papa melihat bagaimana kamu berubah sejak tinggal di Bandung. Kamu lebih tenang, lebih hidup, lebih… bahagia.”Papa melangkah mendekat, menepuk bahu Rex.“Dan Papa ingin kamu mempertahankan itu.”Rex menelan ludah.
Last Updated : 2026-01-08 Read more